Monday, August 31, 2015

KITA ADALAH PEMENANG

Roma 8 :35-39
KITA ADALAH PEMENANG

Semua orang ingin menjadi pemenang. Karena itu, ketika membaca Roma 8 :37 yang berkata bahwa setiap pengikut kristus kita “lebih dari orang-orang pemenang”, kita merasa gembira. Namun apa maksud ungkapan diatas ?
Rasul Paulus memulai Roma 8 dengan menceritakan tentang kasih karunia Allah yang mengutus Putra-Nya, Yesus, untuk mati menebus dosa kita. Kemudian ia juga mengatakan bahwa semua orang percaya akan mendapat pertolongan Roh kudus yang akan memberi kemenangan atas kuasa dosa dalam kehidupan sehari-hari.
Selanjutnya Rasul Paulus berbicara tentang kasih Kristus yang tak berkesudahan. Dalam keadaan tertentu kita mungkin merasa sendirian dan kalah, tetapi sesungguhnya kita adalah pemenang karena tidak ada sesuatu pun yang dapat memisahkan kita dari kasih Allah yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.
Maka seorang Kristen hendaknya tidak berputus asa, atau berusaha lari dari tantangan. Penderitaan harus dihadapinya. Mungkin kadangkala penderitaan membuat kita beranggapan bahwa kita telah ditolakoleh Yesus. Namun, firman Tuhan menyatakan bahwa tidak mungkin Kristus berbalik menolak kita atau Allah berbalik memusuhi kita. Kematian-Nya untuk kita merupakan bukti kasih yang tidak dapat dikalahkan oleh apapun. Kasih-Nya melindungi kita dari berbagai bentuk kekuatan apapun yang berupaya menguasai dan mengalahkan kita. Kematian-Nya yang begitu besar seharusnya membuat kita merasa aman dan menang di dalam Dia. Karena Kristus dan kasih-Nya yang tak berkesudahan bagi kita, maka kita adalah pemenang!

Abaikan kuasa yang lain yang ada disekitar anda

 jagalah kuasa kasih Kristus dalam diri anda.

Friday, August 28, 2015

JANGAN MENYOMBONGKON DIRI

1 Korintus  4 : 6-10
JANGAN MENYOMBONGKON DIRI
 
Pater Edward,  mohon petunjuk untuk mengatasi akar dosa kesombongan. Kesombongan adalah ibu dari segala  akar dosa. Kesombongan tidak peduli kebaikan  bagi sesame manusia. Kesombongan ingin mengendalikan kehidupan dan orang lain. Kesombongan nyata dalam amarah, kritik dan menganggap orang lain itu bodoh.
Melalui suratnya, Paulus mengajak orang korintus untuk tidak menganggap diri lebih pandai, lebih penting, dan lebih berkuasa dari orang lain. Bagi Paulus, semestinya “para pelayan termasuk Rasul” merendahkan diri bukan kalau perlu merendahkan diri dihadapan setiap orang. Bagi orang Korintus, mereka menganggap diri lebih kaya dalam karunia dan berkat dari pada Paulus karena itu Paulus tidak layak memberitakan Injil bagi mereka. Paulus mengajak orang untuk tidak menilai orang lain hanya berdasarkan penilaian – peilaian status social  dan hal-hal formalitas saja. Tetapi lihatlah sesame manusia secara arif berdasarkan cara Yesus yang penuh kasih, merendahkan diri  bahkan pengorbanan diri.
Mungkin selama ini kita menilai seseorang menurut status sosialnya dengan apa yang ada padanya atau menilainya dari segi siapa yang mengutus dia dan apa yang diberitakan. Selanjutnya apakah kita mengakui bahwa apa yang ada pada diri kita adalah milik Tuhan. Dan karena milik Tuhan maka kita merendahkan diri dihadapannyaserta bersyukur kepada-Nya. Kemudian bagaimana kita nyatakan dalam hubungan dengan sesama. Apakah kita selama ini yang ada pada kita tidak menghalangi kita mendengarkan siapa saja yang memberitakan firman Tuhan. Dasar dari kerendahan hati Kristen adalah menyadari bahwa bakat karunia rohani yang kita miliki berasal dari Allah.

“Rendahkan diri serendah-rendahnya

sampai tidak ada lagi tempat kita jatuh (anomin)