Sunday, June 12, 2016

HENDAKLAH HATIMU MELIMPAH DENGAN SYUKUR

HENDAKLAH HATIMU MELIMPAH DENGAN SYUKUR
( Kolose 2:6-7)

Saudara-saudara yang dikasihi Tuhan,
Kalau kita berbicara mengenai hal mengucap syukur, mungkin banyak orang berpikir bahwa mengucap syukur adalah perkara yang gampang saja dilakukan karena hanya sekedar diucapkan lewat bibir. Namun sesungguhnya perkara mengucap syukur tidaklah sesederhana itu. Terbukti, dalam realitanya, mengucap syukur masih merupakan suatu perkara yang sulit kita lakukan dalam kehidupan kita.  Jangankan dalam kondisi susah dan berbeban berat, saat segala sesuatu berjalan dengan baik dan normal pun ternyata kita begitu sulit untuk mengucap syukur. Bahkan lebih banyak kita melupakannya. 
Jika kita teliti, banyak sekali penjelasan dalam firman Tuhan yang membahas tentang arti atau hakekat ucapan syukur.  Antara lain, kita dapat belajar dari kisah hidup Rasul Paulus yang merupakan perwujudan langsung dari rasa syukurnya atas segala kasih karunia Tuhan. Paulus adalah seorang rasul yang telah mengabdikan seluruh hidupnya di hadapan Tuhan sebagai pembuktian atas kesediaannya setia berjerih lelah dalam pelayanan. Dalam surat-suratnya, rasul Paulus secara panjang lebar memaparkan bahwa ada begitu banyak hambatan, tantangan dan ancaman yang silih berganti ia alami sekaitan dengan tugas kesaksian dan pelayanannya. Tetapi dari mulutnya tidak pernah sepatah kata pun keluar kata-kata sungutan, umpatan, frustrasi dan putus asa.
Malah dalam situasi yang sedemikian rumit, Rasul Paulus mampu memberi motivasi kepada segenap orang percaya supaya mereka senantiasa mengucap syukur dalam segala situasi hidup. Sebab dengan selalu mengucap syukur, sebenarnya kita memperlihatkan kualitas pertumbuhan rohani kita. Penampakan pertumbuhan rohani ini sekaligus juga menunjuk kepada kualitas kedewasaan iman kita. Kalau kita tidak pernah mengucap syukur atau malah sering bersungut-sungut dalam hidup, berarti iman kita tidak bertumbuh, kerohanian kita menjadi kerdil, bahkan mungkin sudah mati. Rasul Paulus menulis: "Kamu telah menerima Kristus Yesus, Tuhan kita. Karena itu hendaklah hidupmu tetap di dalam Dia. Hendaklah kamu berakar di dalam Dia dan dibangun di atas Dia, hendaklah kamu bertambah teguh dalam iman yang telah diajarkan kepadamu, dan hendaklah hatimu melimpah dengan syukur" (ay. 6-7).
Artinya, hal mengucap syukur sesungguhnya merupakan suatu elemen penting dalam kehidupan orang percaya yang tidak boleh diabaikan dan disepelekan.  Karena melalui ucapan syukur, kita menyatakan iman pengharapan dan ketergantungan kita kepada Allah sebagai Sang pemilik dan pemberi kehidupan. Melalui ucapan syukur yang kita nyatakan, berarti kita juga mau memberi diri untuk dipakai oleh Allah. Oleh hikmat dari Allah, seluruh sikap hidup dan kata-kata kita dapat menjadi berkat bagi setiap orang yang kita jumpai.
Kita mengucap syukur bukan karena tergantung pada keadaan secara lahiriah; baik atau buruk, tetapi kita mengucap syukur karena kita memiliki Tuhan yang layak untuk diandalkan menopang kita dalam menghadapi segala tantangan dan situasi hidup; bahwa sekalipun keadaannya buruk, Tuhan pasti menolong dan menunjukkan kebaikan-Nya kepada kita. Demikianlah hendaknya sikap hidup setiap pribadi yang telah mewarisi karakter yang dibentuk di dalam Kristus. Keyakinan iman yang tidak tergoyahkan, sekalipun dalam situasi yang kurang bersahabat. Apa yang Rasul Paulus telah ajarkan dan praktekkan merupakan teladan bagi kita sebagai anak-anak terang. Melalui cara hidup yang senantiasa mengucap syukur, kita menampilkan karakter atau kepribadian yang selalu membawa energi positif. Cara pandang dan cara pikir yang demikian akan mampu mengubah keadaan dari negatif menjadi positif, dari buruk menjadi baik.
Saudara-saudara yang dikasihi Tuhan,
Bila  kita merenungkan kasih dan kebaikan Tuhan, sesungguhnya tidak ada alasan bagi kita untuk tidak mengucap syukur kepada-Nya, bahkan ucapan syukur itu semestinya seperti nafas hidup kita yang tak pernah berhenti berhembus selama kita masih hidup.  Namun seringkali ucapan syukur keluar dari mulut kita hanya saat kita menikmati dan mengalami hal-hal yang baik dari Tuhan.  Ketika hal-hal yang tidak baik  (menurut penilaian kita)  terjadi dan menimpa hidup kita, sulit sekali kita mengucap syukur kepada Tuhan. Sebaliknya, yang keluar dari bibir kita hanya ungkapan kekecewaan, kekesalan, keputusasaan, sungut-sungut, omelan dan bahkan kita terkadang menyalahkan Tuhan.
Hal-hal yang baik atau buruk, keberhasilan atau kegagalan, sakit atau sehat, dalam kelimpahan atau kekurangan, suka atau duka, adalah sebuah dinamika yg akan selalu mewarnai perjalanan kehidupan kita selaku manusia.  Namun satu hal yang harus senantiasa menjadi keyakinan kita ialah bahwa,  "...Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan"  (Roma 8:28). Karena itu, tetaplah mengucap syukur apa pun keadaannya. Sebab itulah yang membedakan kita sebagai orang percaya dengan orang yang tidak mengenal Tuhan. Membangun kesadaran hati yang bersyukur kepada Tuhan akan menjadi mudah kalau kita senantiasa mau melihat seluruh kebaikan Tuhan atas hidup kita melalui mata iman.
Bagaimana kita menyatakan syukur kita? Tidak lain adalah dengan senantiasa menyatakan sikap hati yang benar dan sikap hidup yang berkenan di hadapan Tuhan. Itu berarti, hal mengucap syukur bukan sekedar ucapan pemanis di bibir, namun lebih pada soal pemaknaan hidup sebagai bentuk penghayatan iman yang sungguh tentang kebesaran kasih Tuhan di dalam Kristus Yesus yang telah menyelamatkan kita. Oleh karena itu, hanya dengan tetap hidup di dalam Kristus, berakar dan dibentuk di dalam Dia, hati kita senantiasa mengalami limpahan syukur.
Saudara-saudara yang dikasihi Tuhan,
Ada sebuah cerita yang dapat dijadikan sebagai ilustrasi untuk menjelaskan bagaimana seseorang harus bersyukur dalam situasi apa pun dalam hidunya. Diceritakan, ada seorang raja yang gemar berburu dengan pengawalnya. Pada suatu hari ketika sang raja sedang berburu, ia mendapatkan kecelakaan dan sungguh malang,  ibu jari tangan sang raja terpotong oleh sabetan pisau yang sangat tajam hingga harus kehilangan jari jempolnya. Sang raja sangat marah dan memanggil pengawalnya yang setia menemaninya berburu. Sesampainya di istana, dia berkata kepada pengawalnya, “bagaimana denganmu sebagai pengawal, aku kehilangan jari jempolku, kenapakah engkau tidak menjagaku dengan benar, tidak kah kau tahu, aku sangat membutuhkan jari jempolku?” Maka sang pengawal berkata,” Tuanku baginda raja, yang sudah terjadi, relahkanlah dan bersyukurlah tuanku baginda raja, sebab yang hilang hanya jari jempol, untung saja bukan nyawa raja yang hilang”.
Akibat perkataan sang pengawal yang dianggap kurang ajar itu,sang raja sangat marah dan menyuruh pengawal yang lain menangkap dan memenjarakan pengawal tersebut. Setelah peristiwa tersebut, ternyata sang raja tidak meninggalkan kebiasannya berburu. Hingg pada suatu hari,  ia dan pengawalnya masuk ke dalam hutan yang sangat lebat dan mereka tertangkap oleh suku primitif yang memiliki tradisi mempersembahkan manusia sebagai korban persembahan kepada dewa mereka. Setelah sampai pada waktu memberikan korban persembahan kepada dewa, mereka memulainya dari raja, namun mereka melapaskan raja karena sang raja tidak memiliki jempol, dan dianggap tidak sempurna. Dan semua pengawalnya di jadikan korban persembahan kepada dewa  karena memiliki organ tubuh yang lengkap.
Singkat cerita sang raja kembali ke istana dengan selamat dan meyuruh pengawalnya untuk melepaskan pengawal yg dulu ia penjarakan. Setelah pengawal tersebut menghadap raja, sang raja berkata, ”pengawalku yang baik, aku bersyukur karena dulu aku kehilangan jempol,  dan olehnya aku dapat luput dari kebinasaan. Terimakasih untuk nasehatnya dan maafkan aku telah memenjarakanmu”. Tapi sang pengawal berkata kepada raja, “Tuanku baginda raja, aku lebih bersyukur lagi dan berterima kasih kepada raja, jika seandainya aku tidak dipenjarakan oleh raja, mungkin aku juga telah mati karena dijadikan persembahan oleh suku primitif, seperti yang dialami para pengawal yang lain”. Sang raja kemudian berkata, “baiklah, mari kita sama-sama bersyukur”.
Ilustrasi dalam cerita ini hendak memberi pesan kepada kita bahwa, bersyukurlah atas segala apa yang terjadi di dalam kehidupan kita, karena sebenarnya semua itu mendatangkan kebaikan kepada kita walaupun saat ini kita belum dapat menyelaminya. Mungkin ada yang tidak terlalu suka kepada kita, bersyukurlah..! Kita memiliki banyak sahabat, bersyukurlah..! Kita memiliki harta yang banyak, bersyukurlah..! Kita belum memiliki banyak hal seperti yang kita harapakan,  bersyukurlah..! Kita mengalami suka cita, bersyukurlah..! Intinya, hendaklah hatimu senantiasa melimpah dengan syukur..!  Amin!



1 comment:

  1. KISAH CERITA AYAH SAYA SEMBUH BERKAT BANTUAN ABAH HJ MALIK IBRAHIM

    Assalamualaikum saya atas nama Rany anak dari bapak Bambang saya ingin berbagi cerita masalah penyakit yang di derita ayah saya, ayah saya sudah 5 tahun menderita penyakit aneh yang tidak masuk akal, bahkan ayah saya tidak aktif kerja selama 5 tahun gara gara penyakit yang di deritanya, singkat cerita suatu hari waktu itu saya bermain di rmh temen saya dan kebetulan saya ada waktu itu di saat proses pengobatan ibu temen saya lewat HP , percaya nda percaya subahana lah di hari itu juga mama temen saya langsung berjalan yang dulu'nya cuma duduk di kursi rodah selama 3 tahun,singkat cerita semua orang yang waktu itu menyaksikan pengobatan bapak kyai hj Malik lewat ponsel, betul betul kaget karena mama temen saya langsung berjalan setelah di sampaikan kepada hj Malik untuk berjalan,subahanallah, dan saya juga memberanikan diri meminta no hp bapak kyai hj malik, dan sesampainya saya di rmh saya juga memberanikan diri untuk menghubungi kyai hj Malik dan menyampaikan penyakit yang di derita ayah saya, dan setelah saya melakukan apa yang di perintahkan sama BPK kyai hj Malik, 1 jam kemudian Alhamdulillah bapak saya juga langsung sembuh dari penyakitnya lewat doa bapak kyai hj Malik kepada Allah subahanallah wataala ,Alhamdulillah berkat bantuan bpk ustad kyai hj Malik sekarang ayah saya sudah sembuh dari penyakit yang di deritanya selama 5 tahun, bagi saudara/i yang mau di bantu penyembuhan masalah penyakit gaib non gaib anda bisa konsultasi langsung kepada bapak kyai hj Malik no hp WA beliau 0823-5240-6469 semoga lewat bantuan beliau anda bisa terbebas dari penyakit anda. Terima kasih

    ReplyDelete