Tuesday, June 7, 2016

Hikmat Menuntun kepada Kebenaran

Hikmat Menuntun kepada Kebenaran
Pemahaman terhadap teks
Bagi sebagian orang, hikmat mungkin merupakan sesuatu yang abstrak, tetapi dalam diri orang-orang tertentu hikmat adalah realitas yang hidup. Hikmat dapat didefinisikan sebagai kemampuan/kepandaian dalam menjalankan kehidupan berdasarkan kebenaran Allah. Beberapa orang bijak yang dikisahkan dalam Alkitab telah mempraktekkannya menjadi gambaran-gambaran yang lebih kongkrit.
Kitab Amsal sebagian besar ditulis oleh Salomo (dan Salomolah yang lebih menonjol). Kalau Daud dikenal sebagai sumber tradisi bermazmur di Israel, maka Salomo dikenal sebagai sumber tradisi hikmat di Israel. Salomo menghasilkan 3000 amsal dan 1005 kidung semasa hidupnya.
Tema sentral yang disampaikan dalam kitab amsal adalah ajakan berhikmat untuk hidup dengan benar. Sebuah hikmat yang berawal dari sikap hidup yang mau tunduk dengan penuh kerendahan hati kepada kedaulatan Allah.  Amsal merupakan terjemahan dari kata ‘marshal’ (bahasa Ibrani) yang berarti; ucapan orang bijak, perumpamaan, atau peribahasa berhikmat. Amsal- amsal ini digubah untuk mengajar umat Allah; tentang bagaimana hidup yang berhikmat; menyenangkan Dia dengan menjauhi praktek hidup dalam dosa. Dalam kitab  amsal, pasal 8 hikmat dipersonifikasikan (dilukisakan seperti orang) bagaikan suara yang berseru-seru menyapa setiap orang di tempat-tempat terbuka, yang aktif mengundang; dari ketinggian, di persimpangan jalan-jalan, di samping pintu-pintu gerbang, pada jalan masuk di depan kota, agar semua orang memiliki kesempatan untuk mendengar panggilannya dan meresponnya dengan benar (1-4). Panggilan hikmat disertai pemberitahuan tentang dampak positif yang akan diterima orang yang menghiraukannya. Hikmat memanggil siapa saja, termasuk orang-orang bodoh dan tak berpengalaman (5). Panggilan hikmat adalah panggilan untuk menerima tuntunan. Hikmat memanggil orang agar hidup dalam kebenaran (7).
Pada bagian sebelumnya (Amsal 1:20-33), panggilan hikmat disertai dengan pemberitahuan mengenai akibat buruk yang akan menimpa orang yang mengabaikannya. Kepada mereka yang mau mendengar, hikmat berjanji akan menyingkapkan kebenaran dan keadilan (7-8). Orang yang beroleh hikmat akan memperoleh sesuatu yang benar. Beroleh hikmat berarti beroleh sesuatu yang jauh lebih berharga daripada hal-hal yang dipandang berharga oleh dunia ini (11). Sekedar untuk diingat kembali, pada permulaan masa pemerintahannya, Salomo berdoa memohon hikmat dari Allah dan Allah mengabulkannya. Bahkan ia bukan hanya memperoleh hikmat tetapi juga kekayaan, kehormatan, dan umur panjang (1Raj. 2:9-13). Hikmat menawarkan hidup yang jauh lebih berkualitas dan bermakna. Hikmat menawarkan kepandaian dan pengetahuan yang benar untuk menjalani hidup (9-10, 12).
Hikmat yang dikisahkan dalam amsal pasal 8 diwujudkan dengan cara yang lebih sempurna melalui perwujudan logos (firman) di dalam diri Yesus Kristus  (band.Yoh. 1:1-18). Dengan menggunakan istilah firman, Yohanes memperkenalkan Yesus sebagai Sabda Allah yang telah menjadi pribadi yang nyata. Alkitab menyatakan Yesus Kristus sebagai “pelbagai ragam hikmat Allah” (I Kor.1:30, Ef. 3:10-11; Kol.2:2-3).
Menurut Yoh.16:12-15, Hanya ketika hikmat Allah memasuki hati kita, yaitu; motivasi, keinginan dan pikiran-Nya, maka kita bisa memiliki juga hikmat dan pengetahuan yang menuntun pada kebenaran hidup. Kristus tidak merahasiakan ajaran/kebenaran tertentu (Yoh.16:12), tetapi memang ada hal yang tidak dapat dipahami oleh orang-orang tertentu. Hal tersebut hanya dapat dipahami oleh orang yang taat, dan mempunyai suatu tingkat kedewasaan rohani. Untuk mencapai hal tersebut maka hanya Roh Allahlah, yang adalah Roh kebenaran akan bekerja dalam hati kita setiap saat dan dalam segala situasi hidup ( Yoh. 16:13-15).Dalam injil Yohanes, diberitakan bahwa Yesus sebelum ‘kenaikan-Nya ke sorga’ menjanjikan akan datangnya Roh Kudus (melalui hari pentakosta) yang diidentifikasi sebagai Roh hikmat yang mampu menghibur dan menuntun pada pengelolaan kehidupan yang berkenan bagi Allah.
Dalam Roma 5 : 1-11, Rasul Paulus menjelakan kepada jemaat di Roma tentang arti kehidupan orang Kristen yang telah menerima kemuliaan karena pembenaran dari Allah dalam iman kepada Kristus Yesus. Surat ini ditulis  Paulus melalui asistennya, Tertius, menjelang rencananya untuk kembali dari Korintus ke Yerusalem dalam rangka perayaan hari Pentakosta. Menurutnya, orang Kristen senantiasa mengalami kasih Allah dalam hati mereka melalui Roh Kudus, khususnya dalam menghadapi masa-masa sulit. Kata kerja ‘dicurahkan’ (ay.5) menyatakan suatu keadaan yang terus berlangsung sebagai hasil suatu tindakan sebelumnya; yaitu Roh Kudus terus menerus membanjiri hati kita dengan kasih. Pengenalan akan kasih Allah ini memberikan kepada kita suatu ‘kepandaian’ (hikmat) dalam menghadapi segala kenyataan hidup termasuk ‘kesengsaraan’, dan meyakinkan kita bahwa pengharapan kita di dalam Kristus Yesus bukanlah pengharapan yang kosong namun pasti. Paulus menyebutkan ‘kesengsaraan’ sebagai suatu ‘berkat’. Sebab kesengsaraan akan menimbulkan ketekunan, dan ketekunan menimbulkan tahan uji, dan tahan uji menimbulkan pengharapan. Dan pengharapan tidak mengecewakan sebab kasih karunia dan hikmat Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh kudus.

Pokok-Pokok yang dapat dikembangkan
Pada mulanya manusia diciptakan segambar dengan Allah. Bahkan hampir sama dengan Allah (Band. Maz 8:6, dan. PGT bab III butir 1-4). Konsekuensi dari kesegambaran ini memungkinkan manusia dimahkotai dengan kemuliaan dan hormat; termasuk didalamnya dianugerahi  hikmat/pengetahuan, sebagaimana hakekat Allah yang adalah sumber hikmat. Dengan hikmat dari Allah manusia dimungkinkan untuk mengembangkan kehidupan yang benar di hadapan Tuhan.
Namun fakta kejatuhan manusia kedalam dosa merupakan suatu hal yang tidak terbantahkan dalam perjalanan sejarah kehidupan umat manusia (band. PGT bab III). Karena dosa, eksistensi kesegambaran manusia dengan Allah rusak, yang otomatis juga mengakibatkan manusia kehilangan kemuliaan dan hormat dari Allah; termasuk didalamnya kehilangan hikmat. Sebagai konsekuensi, manusia tidak lagi memiliki pengetahuan untuk hidup dengan benar di hadapan Allah.
Melalui banyak cara, termasuk melaui beberapa hamba-Nya yang diutus, Allah senantiasa menyerukan secara terbuka kepada seluruh umat manusia tentang panggilan untuk datang kembali kepada sumber hikmat yaitu Allah (Amsal pasal 8) namun manusia justru mencari kebenaran/kebaikan berdasarkan jalannya sendiri. Manusia lebih ‘menikmati’ hidup dalam keberdosaannya, yang tanpa disadari justru akan semakin membinasakannya.
Respon iman manusia terhadap pembenaran Allah di dalam Yesus Kristus memungkinkan terjadinya pemulihan, yang berarti juga diprlengkapinya kembali manusia dengan hikmat yang bersumber dari Allah yang akan menuntunnya untuk hidup dalam kebenaran Allah.
Manusia memang rapuh, namun Roh Kudus sebagaimana yang dijanjikan oleh Yesus Kristus (yang adalah juga Roh hikmat) akan  senantiasa menghiburkan umat-Nya untuk tetap teguh dalam pengharapan serta hidup dalam kebenaran Allah.
Aplikasi:
Sejatinya, setiap orang  tentunya merindukan agar hidup yang dijalaninya merupakan sebuah kehidupan yang berkualitas dan punya makna. Namun faktanya; tidak semua orang sungguh-sungguh bisa mewujudkan impiannya tersebut. Harapan dan kenyataan tidak selamanya berbarengan. Sebab ada orang yang hanya bisa ‘bermimpi’ namun tidak mau melewati proses yang benar  demi meraih impian tersebut. Hal itu disebabkan karena manusia tidak lagi memiliki hikmat/pengetahuan yang benar dalam menjalani setiap realitas hidupnya akibat dosa. Manusia sering membanggakan ‘kebaikan-kebaikan’ dan ‘kebenaran-kebenaran’ yang semu dan berpusat pada dirinya sendiri (moralisme). Moralisme adalah usaha manusia untuk menyelamatkan hidupnya tanpa Kristus. Moralisme bukanlah suatu pengudusan hidup yang digerakkan oleh keselamatan di dalam diri Yesus Kristus (band. PGT bab V butir 2).
Hikmat berkaitan dengan ‘takut’ akan Tuhan. Semakin kita takut dan hormat kepada Allah yang kita imani di dalam Yesus Kristus, maka semakin pula kita memiliki pengetahuan akan kebenaran-kebenaran Tuhan dan semakin kita menjauhi kejahatan. Kasih kita kepada Allah tidak mungkin berdampingan dengan kesukaan akan dosa! Bila kita berkata bahwa kita mengasihi Allah, tetapi masih melindungi dosa yang tersembunyi, itu berarti hikmat Allah belum ada pada kita, sebab kita masih membuka diri untuk bersahabat dengan si jahat. Maka yang harus dilakukan adalah memutuskan hubungan dengan dosa dan menyerahkan diri secara total kepada Tuhan. Pastikan bahwa semua segi kehidupan kita terbuka pada arahan dan pimpinan Roh Kudus saja. Hanya dengan jalan itu kita dibenarkan oleh Tuhan. Hidup yang dibenarkan karena hikmat yang bersumber dari Allah memungkinkan kita bisa menjalani hidup yang benar, berkualitas dan bermakna.



1 comment:

  1. KISAH CERITA AYAH SAYA SEMBUH BERKAT BANTUAN ABAH HJ MALIK IBRAHIM

    Assalamualaikum saya atas nama Rany anak dari bapak Bambang saya ingin berbagi cerita masalah penyakit yang di derita ayah saya, ayah saya sudah 5 tahun menderita penyakit aneh yang tidak masuk akal, bahkan ayah saya tidak aktif kerja selama 5 tahun gara gara penyakit yang di deritanya, singkat cerita suatu hari waktu itu saya bermain di rmh temen saya dan kebetulan saya ada waktu itu di saat proses pengobatan ibu temen saya lewat HP , percaya nda percaya subahana lah di hari itu juga mama temen saya langsung berjalan yang dulu'nya cuma duduk di kursi rodah selama 3 tahun,singkat cerita semua orang yang waktu itu menyaksikan pengobatan bapak kyai hj Malik lewat ponsel, betul betul kaget karena mama temen saya langsung berjalan setelah di sampaikan kepada hj Malik untuk berjalan,subahanallah, dan saya juga memberanikan diri meminta no hp bapak kyai hj malik, dan sesampainya saya di rmh saya juga memberanikan diri untuk menghubungi kyai hj Malik dan menyampaikan penyakit yang di derita ayah saya, dan setelah saya melakukan apa yang di perintahkan sama BPK kyai hj Malik, 1 jam kemudian Alhamdulillah bapak saya juga langsung sembuh dari penyakitnya lewat doa bapak kyai hj Malik kepada Allah subahanallah wataala ,Alhamdulillah berkat bantuan bpk ustad kyai hj Malik sekarang ayah saya sudah sembuh dari penyakit yang di deritanya selama 5 tahun, bagi saudara/i yang mau di bantu penyembuhan masalah penyakit gaib non gaib anda bisa konsultasi langsung kepada bapak kyai hj Malik no hp WA beliau 0823-5240-6469 semoga lewat bantuan beliau anda bisa terbebas dari penyakit anda. Terima kasih

    ReplyDelete