SIAP MENGHADAPI KEMATIAN
(I Raja-Raja 2:1-12)
Saudara-saudara yang dikasihi
oleh Tuhan,

Bagi sebagian orang, kematian adalah sesuatu
yang menakutkan, karena itu segala daya upaya dicoba dilakukan manusia untuk
menghindari apa yang disebut kematian, namun fakta berbicara bahwa kematian
tetaplah terjadi. Bahkan datangnya tidaklah memandang umur atau status
seseorang. Kematian bisa datang kapan saja, dimana saja dan dalam situasi hidup
yang bagaimanapun. Kalau demikian, apakah sesungguhnya kematian itu dan bagaimana
menghadapinya?
Sauadara-saudara
yang dikasihi Tuhan.
Melalui bacaan
ini, kita dibimbing untuk belajar pada sebuah sikap iman yang telah dipraktekkan
oleh seorang hamba Tuhan dalam menjalani hidupnya, dan juga dalam menghadapi
kematiannya. Daud sebagai seorang raja, secara umum dikenal sebagai pribadi
yang sangat taat kepada Tuhan. Terlepas dari beberapa kelemahan dan kekeliruan
yang pernah dilakukannya di hadapan Tuhan sebagai manusia yang lemah. Ia telah
belajar tentang banyak hal melalui pengalaman hidupnya dalam menghadapi
berbagai realitas hidup yang telah dilaluinya. Teristimewa pengalamannya dalam
bergaul dengan Allah. Melalui hubungan akrabnya dengan Tuhan, ia memperoleh
suatu pemahaman bahwa sebagai manusia yang adalah ciptaan, tidak ada yang abadi
pada dirinya. Ia diajar untuk memahami bahwa tidak ada sesuatupun yang kekal di
dalam dunia ini. Baik atas kekuatan, kekayaan dan kedudukan yang dimilikinya,
pun kehidupan yang sementara dijalaninya. Semuanya ada batasnya.. Hanya Allah
sajalah yang abadi dan kuasa-Nya kekal. Sebab Dialah Sang Pencipta, khalik
langit dan bumi.
Ia memahami
bahwa hidup yang sementara dijalaninya
suatu saat akan tiba pada kematian. Namun bukan berarti bahwa hidup ini bukan
tanpa tujuan dan tanpa makna. Justru melalui kehidupan yang terbatas inilah
manusia ditantang untuk memaknainya secara benar sesuai ketetapan-ketetapan Allah.
Yang apabila syarat dan ketentuan itu dipenuhi maka setiap orang akan
dimahkotai dengan kemuliaan dan kehidupan kekal dari Allah, sekalipun orang
tersebut telah meninggal.
Keyakinan inilah
yang melatari segala sikap hidup Daud sehingga senantiasa berupaya menyatakan
kesetiaan dan ketergantungannya kepada Allah dalam menghadapi segala situasi
hidup; baik dalam suka maupun dalam duka. Daud secara sadar dan dengan penuh
hikmat telah belajar untuk memaknai hidup yang dianugerahkan Allah kepadanya.
Oleh imannya, Daud tidak takut ataupun gentar dalam menghadapi masa
kematiannya. Bahkan secara sadar juga, ia telah mempersiapkan dirinya,
keluarganya untuk bagaimana menghadapi kematiannya ketika sudah waktunya tiba.
Dikisahkan dalam
bacaan ini; bahwa semasa hidupnya hingga menjelang akhir hayatnya, Daud
senantiasa mempertahankan keyakinan imannya di hadapan Tuhan. Dan ia mau agar
keyakinan itu boleh diwarisi oleh anak-anaknya. Oleh karena itu, saat
kematiannya mendekat, ia berpesan kepada Salomo, anaknya, katanya,”Aku ini akan menempuh jalan segala yang
fana, maka kuatkanlah hatimu dan berlakulah seperti laki-laki. Lakukanlah
kewajibanmu dengan setia terhadap Tuhan, Allahmu, dengan hidup menurut jalan
yang ditunjukkannya….,supaya engkau beruntung dalam segala yang kau lakukan dan
dalam segala yang kautuju…!” (ay.1-3)
Itulah pengajaran
yang sangat indah dan warisan keteladanan yang sangat berharga yang telah ditinggalkan oleh
Daud kepada anak-anaknya. Bahwa menjalani kehidupan yang Allah anugerahkan
kepada kita mesti dimaknai secara baik dan benar dengan melakukan praktek hidup
yang sesuai dengan ketetapan atau perintah Allah. Dan ketika ajal menjemput,
mengantar pada kematian, maka itu harus dihadapi dengan kesiapan iman tanpa
mesti takut atau kuatir. Karena ada jaminan pengharapan bahwa di balik segala
kesetiaan iman yang dinyatakan di hadapan Allah, Allahpun telah mempersiapkan
sebuah mahkota kehidupan yang kekal sehingga kita senantiasa disebut sebagai
orang yang beruntung. Sebab hidup yang kita jalani dengan ketaatan kepada Allah
selama kita di dunia ini akan bermuarah pada tujuan yang sangat mulia, yaitu
kehidupan yang kekal di sorga kelak.
Saudara-saudara
yang dikasihi oleh Tuhan,
Menghadapi suasana
duka atas kepergian orang yang kita kasihi, marilah kita belajar meneladani
sikap iman yang telah dipraktekkan oleh Daud. Bahwa menghadapi setiap peristiwa
kematian; baik yang telah terjadi atas orang yang kita kasihi, maupun kematian
yang suatu saat juga akan kita hadapi secara langsung, hendaklah kita
menghadapinya dengan sikap iman yang teguh, supaya kita tidak kehilangan
pengharapan dan tujuan hidup. Bahkan biarlah peristiwa kematian ini senantiasa
menjadi perenungan bagi kita yang masih hidup untuk senantiasa mawas diri dan
tidak larut dalam perkara-perkara duniawi di sini semata-mata, melainkan juga
secara arif dan bijkasana mempersiapkan masa depan kita di dunia akhirat, yaitu
sorga. Memang, belum ada seorang pun yang pernah mamiliki pengalaman tentang
kematian dan menjelaskannya kepada kita mengenai segala rahasia di balik
kematian. Namun satu yang pasti, bahwa Allah sendiri telah membuka rahasia itu
kepada manusia melalui kematian dan kebangkitan anak-Nya yang tunggal, yaitu
Yesus Kristus.
“Terpujilah
Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, yang karena rahmat-nya yang besar
telah melahirkan kita kembali oleh kebangkitan Yesus Kristus dari antara orang
mati, kepada suatu hidup yang penuh pengharapan, untuk menerima suatu bagian
yang tidak dapat binasa, yang tidak dapat cemar dan tidak dapat layu, yang
tersimpan di sorga bagi kamu. Yaitu kamu, yang sementara dipelihara dalam
kekuatan Allah oleh imanmu, sementara kamu menantikan keselamatan yang telah tersedia
untuk dinyatakan pada akhir zaman.” Amin!
KISAH CERITA AYAH SAYA SEMBUH BERKAT BANTUAN ABAH HJ MALIK IBRAHIM
ReplyDeleteAssalamualaikum saya atas nama Rany anak dari bapak Bambang saya ingin berbagi cerita masalah penyakit yang di derita ayah saya, ayah saya sudah 5 tahun menderita penyakit aneh yang tidak masuk akal, bahkan ayah saya tidak aktif kerja selama 5 tahun gara gara penyakit yang di deritanya, singkat cerita suatu hari waktu itu saya bermain di rmh temen saya dan kebetulan saya ada waktu itu di saat proses pengobatan ibu temen saya lewat HP , percaya nda percaya subahana lah di hari itu juga mama temen saya langsung berjalan yang dulu'nya cuma duduk di kursi rodah selama 3 tahun,singkat cerita semua orang yang waktu itu menyaksikan pengobatan bapak kyai hj Malik lewat ponsel, betul betul kaget karena mama temen saya langsung berjalan setelah di sampaikan kepada hj Malik untuk berjalan,subahanallah, dan saya juga memberanikan diri meminta no hp bapak kyai hj malik, dan sesampainya saya di rmh saya juga memberanikan diri untuk menghubungi kyai hj Malik dan menyampaikan penyakit yang di derita ayah saya, dan setelah saya melakukan apa yang di perintahkan sama BPK kyai hj Malik, 1 jam kemudian Alhamdulillah bapak saya juga langsung sembuh dari penyakitnya lewat doa bapak kyai hj Malik kepada Allah subahanallah wataala ,Alhamdulillah berkat bantuan bpk ustad kyai hj Malik sekarang ayah saya sudah sembuh dari penyakit yang di deritanya selama 5 tahun, bagi saudara/i yang mau di bantu penyembuhan masalah penyakit gaib non gaib anda bisa konsultasi langsung kepada bapak kyai hj Malik no hp WA beliau 0823-5240-6469 semoga lewat bantuan beliau anda bisa terbebas dari penyakit anda. Terima kasih